Pages

Sabtu, 20 April 2013

Karimunjawa Island

Dengan menggunakan perahu anda dapat berkeliling ke pulau – pulau di sekitar perairan Karimunjawa. Pulau – pulau di sekitar perairan Karimunjawa menyimpan keindahan dan keunikan masing – masing yang belum tentu bisa kita dapatkan di pulau lainnya. Pulau Karimunjawa sebagai pulau utama di gugusan ini merupakan pulau dengan jumlah penduduk terbanyak dibandingkan dengan pulau lain. Disini banyak tersedia penginapan, Anda tinggal memilih untuk menginap di hotel atau homestay. Banyak wisatawan yang menjadikan Pulau Karimunjawa sebagai homebase mereka setelah berkeliling menjelajah eksotisme pulau – pulau di perairan Karimunjawa.

Dermaga di pulau ini tergolong kecil, namun begitu terlihat rapi dan bersih. Ada kantor pusat informasi wisata di dalam kompleks pelabuhan. Becak, ojek, dan beberapa mobil pick up terbuka banyak tersedia di sekitar dermaga sebagai alat transportasi menuju homestay atau hotel. Di tengah pulau ini terdapat hutan hujan tropis yang merupakan habitat rusa, puluhan jenis burung, monyet ekor panjang, dan berbagai jenis hewan lainnya. Pohon Dewadaru tumbuh subur di hutan ini. Jalur trekking yang menantang menjadi daya tarik tersendiri bagi yang memiliki jiwa petualang.

Spot diving dan snorkeling tersebar di seluruh perairan kepulauan, namun, yang menjadi favorit wisatawan ada di Pulau Cemara Besar, Pulau Kemujan, Pulau Menjangan Besar, Pulau Menjangan Kecil, Pulau Tengah, dan Pulau Cilik. Pada dasarnya, semua perairan di wilayah Taman Nasional Karimunjawa adalah surga bagi terumbu karang, ikan, dan biota lainnya, jadi tidak ada salahnya jika kita ingin mencoba mengeksplorasi pulau – pulau lainnya untuk melihat indahnya pemandangan bawah laut di perairan Karimunjawa.

Bila ingin menghabiskan waktu lebih lama untuk menikmati keindahan biota laut, diving di sekitar Pulau Kemujan adalah pilihan yang tepat. Di dasar perairan pulau ini terdapat bangkai Kapal Panama Indono yang tenggelam pada tahun 1955. Bangkai kapal ini terbelah menjadi dua dengan panjang kapal hampir menyamai kapal – kapal fery yang ada di Indonesia. Meski demikian, bangkai kapal ini sekarang menjadi tempat hidup berbagai spesies ikan, serta merupakan salah satu lokasi favorit wreck diving.

Ada juga kapal pengangkut batu bara milik tentara Belanda yang karam di perairan tersebut sekitar 60 tahun silam. Menurut cerita yang beredar, sang nahkoda kapal mengira Kepulauan Karimunjawa adalah pesisir pantai Semarang, Jawa Tengah. Meskipun ada cerita mistis dibalik tenggelamnya kapal ini, namun secara logika, struktur dasar pantai di Karimunjawa yang relatif rendah membuat kapal tersebut kandas dan akhirnya karam.

Selain bangkai kapal Belanda, ada juga bangkai kapal Cina yang tenggelam di dasar laut Kepulauan Karimunjawa, salah satunya ada di Pulau Kembar dan Pulau Genting. Di dalam bangkai kapal ini banyak ditemukan pecahan keramik kuno. Penduduk setempat sering mengaitkan kapal ini dengan makam cina kuno yang ada di Karimunjawa.

Hal menarik lainnya yang bisa Anda temui di pulau lainnya adalah menyusuri pantai berpasir putih yang lembut di Pulau Cemara Besar, makan siang dengan menu ikan bakar di Pulau Menjangan Kecil, atau menjelajah Pulau Cilik dengan gosong berpasir putih lembut di belakangnya dan kesempatan untuk melihat Elang Dada Putih yang merupakan satwa langka. Gosong atau gosongan adalah istilah untuk menyebut daratan pasir tanpa vegetasi apapun. Gosongan ini bisa berada di tengah laut atau ‘menempel’ pada sebuah pulau.

Pulau Menjangan Besar menawarkan kesempatan untuk menguji adrenalin Anda dengan berenang bersama ikan hiu di kolam penangkaran. Anda tidak perlu khawatir karena hiu disini cenderung jarang membahayakan manusia kecuali jika dipancing dengan makanan. Selain hiu, di Pulau Menjangan Besar juga terdapat kolam penangkaran penyu dengan puluhan tukik atau anak penyu yang nantinya akan dilepas di lautan bebas. Di pulau ini juga terdapat gosong yang diberi nama Gosong Abadi yang dihiasi pohon – pohon bakau kecil yang tumbuh subur. Di masa yang akan datang, gosong ini akan menjelma menjadi hutan bakau yang akan menjaga kelangsungan hidup berbagai ekosistem di sekitarnya.

Jangan lupa untuk mengunjungi Pulau Sambangan karena pulau ini sudah dikelola dengan sangat baik oleh pemiliknya untuk budi daya terumbu karang dan juga ikan kerapu. Posisi pulau Sambangan berdekatan dengan Pulau Genting danPulau Seruni yang merupakan surganya ikan badut. Diantara ke-3 pulau ini terdapat gosongan yang luas yang sangat indah dilihat baik dari perahu maupun dari pantai.

Pemandangan di Pulau Tengah memberikan warna tersendiri dengan resort – resort terapung yang dilengkapi dengan kolam penangkaran hiu. Kunjungi juga Pulau Galeang yang berada di sisi barat Pulau Karimunjawa. Pulau ini sangat indah dengan hamparan pasir putih yang luas. Letak Pulau Galeang berdekatan dengan Pulau Burung, jadi, jika Anda mengunjungi pulau ini sebaiknya mampir juga ke Pulau Burung untuk snorkeling atau sekedar berenang.

Dengan banyaknya pulau – pulau di sekitar perairan Karimunjawa serta letaknya yang tidak terlalu dekat, satu hari berkeliling rasanya kurang memuaskan. Alasan lainnya karena memang jadwal kapal yang tidak tersedia setiap hari, sehingga menginap adalah pilihan yang tepat. Anda bisa bertanya pada tour guide atau penduduk lokal tentang lokasi yang bagus serta searah agar Anda bisa memanfaatkan waktu dengan lebih baik untuk menikmati keindahan Taman Nasional Karimunjawa.

From : Karimunjawa.com

Kamis, 18 April 2013

Taman Nasional Kelimutu

Taman Nasional Kelimutu terletak di Flores, Indonesia. Taman nasional ini terdiri dari bukit-bukit dan gunung-gunung dengan Gunung Kelibara (1.731 m) sebagai puncak tertinggi. Gunung Kelimutu, terdapat danau Danau tiga warna yang juga merupakan tempat dari Taman Nasional Kelimutu.

Di dalam Taman Nasional Kelimutu, terdapat arboretum, hutan kecil seluas 4,5 hektar yang mewakili koleksi keanekaragaman flora di daerah tersebut. Di sana terdapat 78 jenis pohon yang dikelompokkan ke dalam 36 suku. Beberapa koleksi flora yang merupakan endemik Kelimutu adalah uta onga (Begonia kelimutuensis), turuwara (Rhododendron renschianum), dan arngoni (Vaccinium varingiaefolium). Argoni yang berbunga kecil putih dan akan berubah menjadi hitam ketika matang, diyakini masyarakat setempat sebagai makanan para dewa.

Beberapa tumbuhan yang terdapat di Taman Nasional Kelimutu antara lain kayu mata (Albizia montana), kebu (Homalanthus giganteus), tokotaka (Putranjiva roxburghii), uwi rora (Ardisia humilis), longgo baja (Drypetes subcubica), toko keo (Cyrtandra sp.), kayu deo (Trema cannabina), dan kelo (Ficus villosa).

Taman Nasional Kelimutu merupakan habitat sekitar 19 jenis burung yang terancam punah diantaranya punai Flores (Treron floris), burung hantu wallacea (Otus silvicola), sikatan rimba-ayun (Rhinomyias oscillans), kancilan Flores (Pachycephala nudigula), sepah kerdil (Pericrocotus lansbergei), tesia Timor (Tesia everetti), opior jambul (Lophozosterops dohertyi), opior paruh tebal (Heleia crassirostris), cabai emas (Dicaeum annae), kehicap Flores (Monarcha sacerdotum), burung madu matari (Nectarinia solaris), dan elang Flores (Spizaetus floris).

Dari empat jenis mamalia endemik taman nasional ini, yang sering dijumpai adalah dua tikus gunung Bunomys naso danRattus hainaldi.Di taman nasional ini dapat dijumpai beberapa satwa seperti banteng (Bos javanicus javanicus), kijang (Muntiacus muntjak nainggolani), luwak (Pardofelis marmorata), trenggiling (Manis javanica), landak (Hystrix brachyura brachyura), dan kancil (Tragulus javanicus javanicus).

Sedangkan biota laut yang berada di sekitar Pulau Menjangan dan Tanjung Gelap terdiri dari 45 jenis karang diantaranyaHalimeda macroloba, Chromis spp., Balistes spp.,Zebrasoma spp., dan Ypsiscarus ovifrons; 32 jenis ikan diantaranya ikan bendera (Platax pinnatus), ikan sadar (Siganus lineatus), dan barakuda (Sphyraena jello); 9 jenis molusca laut diantaranya kima selatan (Tridacna derasa), triton terompet (Charonia tritonis), dan kima raksasa (Tridacna gigas).

Danau  Twu Ata Mbupu dan Tiwu Nuwa Muri Koo Fai

Selain memiliki keanekaragaman hayati yang cukup bernilai tinggi, juga memiliki keunikan dan nilai astetika yang menarik yaitu dengan adanya tiga buah danau berwarna dan berada di puncak Gunung Kelimutu (1.690 meter dpl). Danau pertama bernama Tiwu Ata Mbupu (danau arwah para orang), danau kedua bernama Tiwu Nuwa Muri Koo Fai (danau arwah muda-mudi) dan danau ketiga bernama Tiwu Ata Polo (danau arwah para tukang tenung). Danau pertama dan kedua letaknya sangat berdekatan, sedangkan danau ketiga terletak menyendiri sekitar 1,5 km di bagian Barat. Warna air dari ketiga danau tersebut berbeda satu sama lain dan selalu berubah dari waktu ke waktu terutama warna air Tiwu Nuwa Muri (duabelas kali perubahan dalam jangka waktu duapuluh lima tahun). Selain disebabkan oleh aktivitas gunung berapi Kelimutu, perubahan warna ini diduga akibat adanya pembiasan cahaya matahari, adanya mikro biota air, terjadinya zat kimiawi terlarut, dan akibat pantulan warna dinding dan dasar dana.

Kekayaan alam yang dimiliki Taman Nasional Kelimutu ditunjang oleh seni budaya berupa rumah adat, tarian tradisional dan kerajinan tenun ikat yang merupakan ciri khas masyarakat setempat. Pembuatan tenun ikat sangat menarik perhatian pengunjung, karena didasari oleh seni dan imajinasi yang sangat tinggi dan berbeda dengan pembuatan tenun ikat lainnya di Indonesia.

Lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:
Gunung Kelimutu. Di puncak Gunung Kelimutu merupakan tempat yang paling strategis untuk dapat melihat ketiga danau tersebut.
Moni. Sumber air panas, air terjun dan perkampungan pembuat tenun ikat tradisional.

Musim kunjungan terbaik: bulan Juli s/d September setiap tahunnya.

Cara pencapaian lokasi: Menggunakan pesawat terbang Kupang-Ende selama sekitar 40 menit atau Bima-Ende selama sekitar 90 menit. Selanjutnya dari Ende ke desa terdekat yaitu Desa Koanara sekitar 93 km (± 3 jam). Kemudian dari Desa Koanara-Desa Koposili-Desa Manakuko-Puncak Danau Kelimutu berjalan kaki sekitar 2,5 jam.

From : dephut.go.id

Air Terjun Sendang Gile

Mendengar nama ini mungkin sedikit unik dan membuat bertanya - tanya, kenapa dinamakan Sendang Gile.  Menurut cerita asal mula dinamakan demikian karena air terjun tersebut ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang penduduk yang sedang mengejar seekor singa gila yang merisaukan kampung mereka. Singa itupun lari ke hutan, tempat ditemukannya air terjun tersebut.

Penduduk kampung setempat menyebut singa gila dengan kata sengang gile, namun lambat laun pelafalan sengang menjadi sendang sehingga air terjun tersebut dinamakan Air Terjun Sendang Gile. 

Air Terjun Sendang Gile

Air terjun Sendang Gile berada di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Airnya sangat sejuk dan dingin karena berasal dari Gunung Rinjani. Air terjun yang memiliki ketinggian sekitar 30 meter ini berada padaketinggian 600 meter dpl. Air yang turun dari atas tebing langsung meluncur ke sebuah sungai yang dangkal yang sering digunakan pengunjung untuk berendam dan bermain air.

Bermain Air

Ada sebuah mitos seputaran air terjun ini yaitu masyarakat setempat percaya bahwa air terjun ini memiliki unsur magis, barang siapa yang membasuh muka di air terjun ini akan kelihatan satu tahun lebih muda dari yang sebenarnya. Jadi tidak heran bila air terjun ini banyak dikunjungi oleh wisatawan.

Jembatan Berlubang

Untuk mencapai lokasi air terjun ini kita harus melewati ratusan anak tangga dan menyeberangi jembatan beton berlubang melalui sebuah lembah yang memerlukan waktu 15 menit. Cukup melelahkan tapi sebanding dengan apa yang kita dapatkan.

Dari Mataram, ibukota Nusa Tenggara Barat, air terjun ini berjarak 60 km dan bisa ditempuh selama 2,5-3 jam dengan kendaraan pribadi. Apabila dengan kendaraan umum dari Mataram hanya sampai di Bayan. Dari Bayan naik ojek ke Senaru, setelah itu masuk melewati ratusan anak tangga yang saya sebutkan diatas. Untuk tiket masuk sebesar Rp 5.000/orang.

Air Terjun Tiu Kelep

Untuk penginapan paling dekat ada di Senaru, bila ingin bermalam di air terjun bisa mendirikan tenda atau berkemah. Selain air terjun Sendang Gile, ada juga air terjun lainnya yang tak kalah indah di sekitarnya.

From : balibackpacker.blogspot.com

Selasa, 16 April 2013

Bedugul ~ Hutan Raya di Bali

Objek wisata Kebun Raya Eka Karya berada di perbatasan Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Buleleng, sekitar 90 kilometer dari Kota Denpasar ke arah Singaraja. Dapat ditempuh dalam waktu 1,5-2 jam dengan medan menanjak dan berkelok. Jadi sobat perlu hati-hati apalagi udaranya dingin dan seringkali berkabut serta sering turun hujan. Dari jalan raya Denpasar - Singaraja, kebun raya ini berada di kiri jalan dengan petunjuk besar di sebuah gapura masuk kawasan.

Kebun raya yang terletak di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti ini merupakan kebun raya termuda di indonesia (51 tahun), dibanding kebun raya lain seperti Kebun Raya Cibodas, Kebun Raya Purwodadi dan Kebun Raya Bogor. Tiket masuk di kebun raya ini sebesar Rp 7.000/orang, sedangkan untuk mobil sebesar Rp 12.000/mobil. Untuk mobil bisa dibawa keliling kebun raya. Namun berjalan kaki menyusuri kebun seluas 157 hektar ini sepertinya lebih seru dan sehat.

Patung Kumbakarna

Kebun Raya Eka Karya memiliki ribuan koleksi tanaman yang mencapai 16.000 tanaman koleksi yang terdiri dari 1.500 jenis, 320 marga, dan 155 suku tumbuhan. Selain itu juga masih ada tumbuhan liar dan berbagai burung. Kebun raya ini terletak pada ketinggian 1.250 - 1.400 meter dpl. Dengan hamparan rumput yang hijau, tak heran banyak pengunjung yang memilih duduk-duduk di rerumputan itu sambil menikmati makan siang ataupun sekadar bersantai sejenak.

Danau Baratan Di Seberang Kebun Raya

Ada beberapa jalur yang bisa kita tempuh kala berkunjung. Oleh pengurus jalur tersebut dibagi menjadi 5 jalur. Yaitu Jalur Kuning, Jalur Ungu, Jalur Merah, Jalur Biru, dan Jalur Burung.

Kebun Raya

Jalur Kuning merupakan jalur yang pertama kita temui setelah Candi Bentar sebagai gerbang utama. Kita akan melewati jalan beraspal, jalan setapak dan sesekali jalan padang rumput. Jalan ini melingkar dan akan berakhir kembali di pintu utama saat kita masuk. Di jalur ini kita akan menemui pohon cemara pandak yang tinggi-tinggi.

Jalur Ungu akan membawa kita melewati jalur berbagai koleksi tanaman anggrek liar dan koleksi kaktus. Terdapat 4.000 jenis anggrek disini seperti anggrek kalajengking, anggrek hitam dan sebagainya.

Salah Satu Jalur

Pada Jalur Merah kita bisa melihat susunan rumah tradisional Bali yang unik. Di jalur ini juga kita akan melihat tanaman tradisional Bali seperti tanaman obat, tanaman bumbu masak, dan tanaman serta yang bisa digunakan sebagai serat.

Jalur Biru adalah jalan berbatu yang mengelilingi tanaman paku-pakuan dengan jumlah 200 jenis. Di jalur ini terdapat tumbuhan paku yang sangat langka yaitu tumbuhab Paku Belalai Gajah.

Jalur Burung sebagai jalur terakhir dirancang sedemikian rupa agar kita bisa melihat burung-burung di habitatnya langsung. Burung yang bisa kita jumpai antara lain Burung Isap Madu Australia, burung Sriganti, Walet Sapi, Bondol Jawa, Kepodang dan burung endemik pulau Bali yaitu Jalak Bali.

Kebun raya ini buka setiap hari pada pukul 08.00-18.00 WITA. Fasilitas pendukung di kebun raya ini seperti ruang pertemuan, kafe, koperasi, stand souvenir, perpustakaan, dan stand penjualan tanaman.

From : balibackpacker.blogspot.com

GWK ~ At Bali

GWK or Garuda Wisnu Kencana was Designed and built by Nyoman Nuarta, one of Indonesia’s foremost modern sculptor, the Garuda Wisnu Kencana statue or GWK and its pedestal building will be standing 150 meters tall with its wings span 64 meters across.

Made from more than 4000 tons of copper and brass, the statue is picturing Lord Wisnu, as the source of wisdom, riding on the back of the mythical bird Garuda as the manifestation of conscience toward Amerta, the perennial goodness.

The statue and its pedestal will be surrounded by more than 240 hectares cultural park which was once an abandoned and unproductive limestone quarry. The cultural park will provide attractions for both local and foreign visitors with supporting facilities such as Lotus Pond, Festival Park, Amphitheater, Street Theater, Exhibition Hall, as well as Jendela Bali The Panoramic Resto and souvenir shop. At present time, the statue of Wisnu, the statue of Garuda, and the hands of Wisnu have been placed temporarily in three different plazas within the park.

GWK Cultural Park is intended to educate, especially the young generations about the importance of preserving and cultivating world’s cultural heritage.

The Statue of Wisnu

As the anchor point of GWK, the 20 meter tall copper statue of the Lord Wisnu has been placed temporarily on the highest hill of Ungasan where visitors can enjoy sunset or sunrise over the magnificent view of Kuta, Benoa and Sanur.

The statue of Wisnu is an illustration of the Almighty God in maintaining and caring all life and its being. The god Wisnu is the owner of Amerta in the form of water as the source of fertility , giving wealth and life to the universe.

The Statue of Garuda

Right behind the Plaza Wisnu is the Plaza Garuda where the 18 meters tall statue of Garuda placed temporarily.

At the present time, Plaza Garuda becomes the focal point of a massive alley of carved limestone pillars which covers more than 4000 sqm open space area namely Lotus Pond. The colossal limestone pillars and monumental Garuda statue make Lotus Pond a very exotic space. With its room capacity that can accommodate up to 7000 people, Lotus Pond has gained good reputation as the perfect place to hold big and international events.

The Statue of Wisnu’s Hands

The statue of Wisnu’s hands was added to GWK Cultural Park in 2007. It’s one step closer to finishing the complete Garuda Wisnu Kencana statue. This piece was placed temporarily on Tirta Agung area.

More Information You can go to this site : http://gwk-culturalpark.com/

Dreamland Beach ~ At Bali

Dreamland Beach is a beautiful beach with white sand stretch 100 meters and leaned on a steep of white stone cliff overlooking to the amazing view of Indian Ocean. This beach is very attractive for tourist including the surfers offering the elegant, tranquility and spectacular sunset view that create the romantic nuance that make it as one of the place many visited by tourist every day. Dreamland Beach is located in strategic area of Pecatu Graha, the huge area of luxurious residences, hotels, villas, world-class golf course (New Kuta Golf), water fun game and more that finally make this beach is increasingly popular. The advantages of this beach are big and powerful wave that make it as one of the most demanded surfing points in Bali Island by the experience until professional surfers. You will be very easy to locate the public facilities at this surfing point like restaurant and accommodations. This beach is also suitable for family holidays where you can do relax at the beach while enjoying the warm tropical atmosphere.

Dreamland Beach Location

Dreamland Beach is located in Unggasan Village, South Kuta District, Badung Regency and Bali province – Indonesia. The beach is situated very strategic and accessible by all vehicles and only 15 minutes from Denpasar Airport, 5 minutes to GWK (Garuda Wisnu Kencana), 15 minutes to Uluwatu Temple or 20 minutes to Nusa Dua. The beach is situated in Dreamland area, an elite resort area where the luxury hotels and resorts has been built offering the world-class services and facilities.New Kuta Golf is a new golf course in the island of god as the first choice golf course among the golfer on their visit to Bali. This beach is close with other famous surfing points such as Uluwatu Beach, Bingin Beach, Padang-padang Beach, Balangan Beach, Impossible Beach and Suluban Beach.

Best Season For Surfing

The best session for surfing at Dreamland Beach is during dry season. It is because the wind flow from the southeast to the west hence it could create the great wave even barrel. This season is very much love by the surfer when go for surfing at this surfing point where the wave is powerful and big but inconsistent.

 

From : http://www.balisurfadvisor.com/points/dreamlandbeach.html

Sukawati Market ~ At Bali

Sukawati market is one  of the art market is very famous in Bali. Sukawati market is in many art objects (paintings, sculptures, decorative masks, unique jewelry, etc.) and industrial goods (bedcovers, clothes,

bags, slippers, etc.), all have models and motifs characteristic of the island of Bali. The price of goods is also relatively affordable here because for sale at very cheap.

If you want to shop at this Sukawati market, should come in the morning around 8 a.m -10 a.m because the seller had just finished prayers. They have confidence if the first buyer at his store, which will bring good fortune throughout the day smoothly. Under these conditions it is possible for us to try to offer items that we like.

Buying giveaways to commemorate the holiday has to be a must. So take advantage the holiday time to find out something memorable on the art market of Sukawati. This market is very unique as it is already open in the early morning and visited by both domestic and foreign visitors. It is very close to other destinations in the Gianyar Regency.

A good place to explore the shopping experience in a natural way, get in touch with common people and see how the locals go about the art of negotiation. Yes, shopping is also an art of experience. On the one hand, you may enjoy many kinds of art products all in one spot. It reflects the diversity of local art and crafts and the creativity of its people.

You will get a new experience in the 'art of buying'. You must bargain the price eventhough the vendor offers you a "morning price." Meaning especially low, to start off the trading day with a few sales already and make the day a successful one.

It does not mean you have to accept it as it is, it's not a fixed price. If you are good at bargaining you will get the best price you can afford and the vendor keeps "smiling and thanking you". If they don't smile anymore, you know his cost is higher than your offer. Good at bargaining is a bit more than insisting on a price. You need to provide a logical reason why your offer is so low and still should be accepted.

From : www.balitrips.net